Rucika Institute dan Perpamsi Tingkatkan Kompetensi Tukang Ledeng melalui Pelatihan Penyambungan Pipa HDPE
Rucika Institute bekerja sama dengan Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) dalam menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi bagi pegawai PDAM atau yang dikenal sebagai tukang ledeng. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi sumber daya manusia, khususnya dalam pekerjaan penyambungan pipa HDPE yang banyak digunakan dalam sistem distribusi air minum.
Pipa HDPE dikenal memiliki kualitas yang sangat baik. Namun, kualitas pipa yang baik saja tidak cukup untuk menjamin keandalan sistem. Kualitas sambungan menjadi faktor krusial, karena sambungan merupakan titik paling rentan dalam jaringan perpipaan.
Sambungan yang tidak dilakukan dengan benar berpotensi menyebabkan kebocoran, menurunkan efisiensi distribusi air, dan meningkatkan biaya operasional. Oleh karena itu, proses penyambungan harus dilakukan sesuai standar dan diawasi dengan baik. Tim pengawas internal PDAM memiliki peran penting dalam memastikan kualitas pekerjaan di lapangan. Untuk menjalankan peran tersebut secara optimal, pengawas perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai teknik penyambungan pipa HDPE yang benar.
Sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan kompetensi SDM sektor air minum, Rucika Institute dan Perpamsi telah menyelenggarakan kegiatan pelatihan supervisi penyambungan pipa HDPE dan commissioning jaringan SPAM sebanyak empat batch selama tahun 2023. Batch pertama dilaksanakan pada bulan Agustus, batch kedua pada bulan Oktober, batch ketiga pada bulan November, dan batch keempat pada bulan Desember. Total peserta yang mengikuti pelatihan ini mencapai 94 orang yang berasal dari berbagai PDAM di seluruh Indonesia.

Kegiatan pelatihan berlangsung selama dua hari pada setiap batch dan dilaksanakan di Gedung Rucika Institute, Cibitung. Selama pelatihan, peserta mendapatkan kesempatan untuk mempelajari teori sekaligus melakukan praktik secara langsung. Salah satu materi utama adalah praktik penyambungan pipa HDPE menggunakan metode butt fusion, yaitu metode penyambungan dengan pemanasan yang menghasilkan sambungan yang kuat dan homogen.

Selain itu, peserta juga melakukan praktik deteksi kebocoran dan commissioning jaringan perpipaan untuk memastikan sistem dapat beroperasi dengan baik sebelum digunakan. Peserta juga diajak mengunjungi fasilitas produksi pipa PE, laboratorium pengujian kualitas, serta showroom produk di Gedung Rucika Institute. Kegiatan ini memberikan pemahaman menyeluruh mengenai proses produksi, pengujian kualitas, hingga implementasi di lapangan.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat meningkatkan kompetensi teknis serta kemampuan supervisi dalam pekerjaan penyambungan pipa HDPE. Peningkatan kualitas SDM ini diharapkan dapat mendukung terciptanya sistem distribusi air minum yang lebih andal, efisien, dan berkelanjutan. Kolaborasi antara Rucika Institute dan Perpamsi menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung pengembangan kompetensi tenaga kerja di sektor air minum Indonesia.

