Mata Air Berkurang, Ancaman Krisis Air Makin Nyata

Berita27 August 2026

Sadarkah kamu kalau air adalah kunci dari segala aktivitas kita? Dari mulai bangun tidur, mandi, minum kopi, sampai sanitasi dan industri besar, semuanya bergantung pada air. Tanpa ketersediaan air yang memadai, keberlangsungan hidup manusia dan pembangunan bangsa akan terganggu. Di Indonesia, mata air merupakan salah satu sumber utama air bersih, terutama di wilayah pedesaan dan kawasan hulu sungai. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat terdapat sekitar 10.321 mata air yang ada di seluruh Indonesia, 20 sampai 40 persennya ternyata sudah mengering dan hilang dalam 10 tahun terakhir! Angka ini bukan sekadar statistik biasa. Hilangnya sumber air ini sebagian besar karena rusaknya area resapan air di sekitar kita (Media Indonesia).

Indonesia memang terkenal sering hujan, tapi anehnya kita tetap diintai oleh ancaman krisis air. Kenapa bisa begitu? Selain karena pasokan airnya tidak menyebar merata, masalah utamanya adalah “degradasi mata air”. Secara sederhana, ini adalah kondisi saat mata air kehilangan kemampuan aslinya. Gejalanya sangat mudah dilihat: aliran air tiba-tiba mengecil drastis, air menjadi keruh dan kotor, sampai akhirnya mata air itu benar-benar kering kerontang saat musim kemarau. Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan hujan jika “wadah” alaminya sendiri sudah rusak.

Agar lebih terbayang, coba lihat apa yang terjadi di beberapa daerah belakangan ini. Di Kota Batu, jumlah mata air di hulu Sungai Brantas anjlok parah dari 421 titik menjadi sisa 57 titik saja hanya dalam lima tahun! Di Aceh Besar, sumber air PDAM sering kering saat kemarau hingga produksi air merosot 30%. Begitu juga di Tegal karena aktivitas tambang, dan di Banyuwangi akibat kemarau panjang. Warga sampai harus berjalan jauh dan mengantre berjam-jam demi satu jerigen air bersih. Persoalan krisis air ini benar-benar ada di depan mata sejak tahun 2017

Lalu, apa sebab utamanya? Alasan terbesarnya adalah alih fungsi lahan. Hutan dan area resapan air yang tadinya hijau ditebang, lalu diubah menjadi perumahan, pabrik, atau infrastruktur. Akibatnya, saat hujan turun, air tidak bisa meresap ke dalam tanah. Belum lagi kebiasaan kita yang terlalu banyak menyedot air tanah. Bayangkan, 90% kebutuhan air rumah tangga di Indonesia masih memakai air tanah, tertinggi di dunia! Ditambah lagi, diperkirakan ada puluhan ribu pabrik yang menyedot air tanah secara ilegal. Pada 2023, izin penggunaan air tanah industri tercatat 7.920, sementara yang tidak berizin diperkirakan mencapai 35 ribu.

Lama-kelamaan, wajar kalau mata air di bawah sana menjerit kekeringan. Cadangan air tanah tidak terisi dengan baik, menciptakan ketidakseimbangan antara pemanfaatan dan pemulihan air. Di wilayah Solo, misalnya, 40% mata air hilang hanya dalam 10 tahun karena kerusakan daerah tangkapan air.

Kondisi ini makin parah karena efek perubahan iklim yang membuat cuaca tidak menentu. Di sisi lain, pencemaran dari limbah pabrik, sampah rumah tangga, dan sisa pupuk pertanian bikin kualitas air tanah kita makin hancur. Kalau ini dibiarkan, dampaknya akan merembet ke mana-mana. Petani terancam gagal panen, operasional pabrik terganggu, dan kita rentan kena penyakit karena krisis air bersih. Bahkan, menyedot air tanah gila-gilaan bisa membuat permukaan tanah ambles, air laut masuk ke daratan, dan memicu banjir rob.

Pemerintah sebenarnya tidak diam. Sudah banyak aturan yang dibuat, mulai dari Peraturan Pemerintah tentang Pengelolaan Sumber Daya Air PP Nomor 30 Tahun 2024 hingga pembatasan izin menyedot air tanah bagi industri, PP Nomor 43 Tahun 2008, serta Permen ESDM Nomor 14 Tahun 2024. Selain itu, berbagai program konservasi yang melibatkan pemerintah, swasta, dan masyarakat juga terus digalakkan.

Tapi, aturan di atas kertas saja tidak cukup. Fenomena mengeringnya mata air ini adalah “alarm” keras bahwa alam tidak bisa terus dieksploitasi tanpa batas. Yuk, mulai sekarang,, kita harus sama-sama peduli. Menjaga mata air hari ini berarti menyelamatkan hidup dan masa depan kita semua.

Water Hand
Jadi Bagian dari Perubahan

Karena setiap orang berhak atas akses air bersih yang aman, mudah dan berkelanjutan hari ini, esok dan selamanya

rucika
Rucika Institute berkontribusi secara aktif dalam pengembangan sumber daya air, dengan memberikan kesadaran nyata bagi semua.
IGFBTT
Beranda
Artikel
Modul
Acara
Berita
Tour