Artikel

Negara sudah menetapkan ukurannya. Yang belum selesai adalah bagian kita: memahami, lalu ikut menjaganya

Coba hitung berapa kali Anda menyentuh air hari ini. Mandi, cuci tangan, masak, minum, siram tanaman. Semuanya terasa otomatis, sampai satu hari keran tidak mengeluarkan apa pun. Di banyak daerah di Indonesia, hari itu bukan skenario masa depan, namun seperti hari biasa saja

Air memang sumber kehidupan yang tak tergantikan. Dari air tumbuh pangan, energi, ekonomi, dan kesejahteraan. Tapi keseimbangan antara yang tersedia dan yang dibutuhkan makin rapuh: penduduk bertambah, kota meluas, lahan berubah fungsi, dan iklim bergerak ke arah yang sulit ditebak. Banjir dan kekeringan yang datang bergantian di wilayah yang sama adalah gejalanya.

Kondisi Air Indonesia Hari Ini

Satu payung kebijakan untuk seluruh air di Indonesia

Menyadari hal itu, pemerintah menetapkan arah baru melalui Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2023 tentang Ketahanan Air Nasional. Strategi ini berlandaskan pada , Menjawab kondisi itu, pemerintah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2023 tentang Ketahanan Air Nasional yang berlandaskan pada Sustainable Development Goals (SDGs) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan satu tujuan besar: memastikan setiap tetes air di Indonesia dikelola secara bijak, adil, dan berkelanjutan. Dengan kata lain, Meningkatkan ketahanan air.

Ketahanan air dimulai dari akses universal terhadap air bersih dan sanitasi layak yang berkelanjutan untuk kehidupan dan pembangunan. Air bersih bukanlah kemewahan, melainkan hak setiap manusia untuk mengakses dan menggunakannya. Dengan air bersih yang aman dan sistem sanitasi yang memadai, masyarakat menjadi lebih sehat, produktif, dan tangguh. 

Ketika air tersedia dan kebersihan terjaga, risiko penyakit menurun dan kualitas hidup meningkat. Karena itu, membangun sistem air bersih yang merata dan berkelanjutan menjadi pondasi utama dalam mewujudkan ketahanan air nasional. 

“Ketahanan air bukan soal punya banyak air. ini soal air yang dapat diakses, layak, aman, tersedia setiap saat dan berkelanjutan”

Namun, jumlah air saja tidak cukup. Kualitas air menjadi kunci. Air yang tercemar sama artinya dengan tidak tersedia. Sungai, danau, dan air tanah harus dijaga dari limbah dan pencemaran. Upaya sederhana seperti pengelolaan limbah rumah tangga, pengurangan bahan kimia berbahaya, serta kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai adalah langkah kecil yang berdampak besar. Air bersih hari ini adalah jaminan bagi kesehatan dan keberlanjutan kehidupan di masa depan.

Water Hand
Jadi Bagian dari Perubahan

Karena setiap orang berhak atas akses air bersih yang aman, mudah dan berkelanjutan hari ini, esok dan selamanya

rucika
Rucika Institute berkontribusi secara aktif dalam pengembangan sumber daya air, dengan memberikan kesadaran nyata bagi semua.
IGFBTT
Beranda
Artikel
Modul
Acara
Berita
Tour